Disclaimer: Beberapa diantaranya mungkin tidak general di seluruh kampus China
Halo sobat Nihao Nanjing, kali ini aku mau sharing soal kehidupan belajarku dan kebiasaan unik mahasiswa di kampus China. Referensi yang aku dapat utamanya dari kampusku, Nanjing Medical University dan beberapa kampus tetangga yang pernah aku kunjungi. Setelah lebih dari 1 semester belajar di China, banyak banget pengalaman baru yang jauh berbeda dengan di Indonesia loh. Yuk kepoin gimana sih serunya kuliah di China!
- Wilayah kampus luas, jalan kaki dan naik sepeda menjadi habit




Sumber: dokumentasi pribadi penulis
Rerata kampus di China memiliki wilayah yang luas. Mulai dari pintu masuk, ke asrama, ke kelas, ke school office, membutuhkan beberapa waktu untuk sampai di tempat tujuan. Selain 中国学生/mahasiswa Chinese sangat hobi berjalan kaki, sepeda kampus adalah alternatif favorit. Mau tidak mau, mahasiswa internasional seperti aku akan mengikuti kebiasaan ini jika kuliah di China. Bahkan di beberapa kampus yang lebih besar, mereka menyediakan sepeda listrik atau bis sekolah, saking besarnya. Tentu semua ini tidak gratis ya sobat. Sepeda kampus misalnya. Kita bisa berlangganan tiap bulan untuk menyewa sepeda melalui aplikasi seperti Alipay (Alibike), 哈啰单车 (Hello bike), atau apps lainnya. Harga sewa per bulan relatif murah kok, jadi jangan khawatir ya. Jika sudah berlangganan seperti ini, kamu bisa pakai sepeda sepuasnya dalam sehari. Jika tidak berlangganan, kamu akan dikenakan tarif sesuai lama penggunaan sepeda. Dimulai dengan scan QR code di bagian setir atau bagian kunci sebelah atas ban sepeda, klik buka kunci, lalu kunci sepeda akan terbuka secara otomatis. Sepeda kampus memiliki tempat parkir khusus. Biasanya ada garis kotak berwarna putih di depan gedung sekolah dan penanda parkir sepeda. Jika tidak memarkirkan sepeda di tempat ini, sepeda tidak akan bisa dikunci, artinya penggunaan sepeda masih berjalan di aplikasi hp kita. So, sebagai mahasiswa yang baik, sangat perlu untuk mengembalikan sepeda di tempat yang disediakan ya, meskipun selalu ada 叔叔/paman yang bekerja sebagai pengatur sepeda. Namun di beberapa kasus, terutama di jam-jam kelas dimulai atau jam istirahat, tempat parkir ini tidak muat menampung sepeda. Sehingga kita terpaksa menaruh diluar tempat parkir. Tapi tenang aja, ada fitur di aplikasi yang bisa membantu kita menutup sepeda tanpa harus menutup kuncinya secara manual. Keren ya. Menurutku ini membantu banget. Al hasil, saking aplikasinya yang mudah, terkadang ada juga loh yang menaruh sepeda di sembarang tempat, jauh dari peradaban alias jauh dari tempat parkir yang seharusnya.
Jika kamu sedang tidak mood naik sepeda dan memilih jalan kaki, it’s ok juga kok. Dijamin jalan kaki di dalam kampus saja bisa bikin badan sehat. Sebelum berangkat ke China, di Indonesia, jalan kaki bukanlah sebuah kebiasaan. Mager (malas gerak) adalah karakter orang Indonesia pada umumnya. Kita lebih senang naik motor atau kendaraan pribadi lainnya untuk pergi ke suatu tempat. Sedentary lifestyle sangat tinggi, aktifitas fisik juga rendah. Setelah tinggal di China, jalan kaki bisa menjadi kebiasaan. No mager-mager club ya sobat. Apapun kegiatannya kamu pasti banyak bergerak. Aku sendiri di dalam kampus bisa berjalan kaki minimal 5000-6000 langkah (3-4 km) per hari. Ini tidak kemana-mana ya, benar-benar bolak balik kesana kemari di dalam kampus. Padahal, kampusku tergolong kecil dibanding dengan kampus lain. Maklum ya sobat, kampusku memang khusus bidang medical. Kampus umum yag lain biasanya memiliki luas wilayah yang jauh lebih besar. Sebagai warga Indonesia tentu beberapa hari awal di China kaki begitu capek. Namun, minggu-minggu setelahnya dijamin terbiasa berjalan kaki kemana-mana. Wah, seru dan bikin sehat ya!
- Banyak mahasiswa tinggal di asrama kampus?

Sumber: doc pribadi penulis
Di China, banyak mahasiswa yang lebih suka tinggal di kampus. Kenapa ya? Beberapa teman Chinese menyampaikan, tinggal di asrama jauh lebih murah dibandingkan tinggal di apartemen. Luasnya wilayah kampus membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sekadar menuju ke kelas. Berbeda jika gedung kelas terletak dekat dengan dorm, pasti lebih cepat dijangkau. Khususnya semester awal, mahasiswa Chinese memiliki banyak sekali kegiatan dengan mobilitas yang tinggi. Sehingga dorm adalah pilihan terbaik mahasiswa. Di dalam kampus, juga tersedia fasilitas yang lengkap, sehingga mahasiswa tidak kesulitan untuk mecari kebutuhan sehari hari. Ada lapangan olahraga, gymnasium, supermarket, tempat print, kantin, tempat potong rambut, cafe, kantin, dll. Mungkin beberapa mahasiswa tingkat akhir memilih tinggal di luar sebab asrama kampus memiliki jam malam, terbatas jika kita ingin keluar sampai larut malam.
Di asrama, fasilitas juga lengkap. Laundry, dapur umum tiap lantai, balkon untuk menjemur pakaian, ruang tidur, tempat belajar, dan beberapa ruangan umum yang biasa dipakai untuk kegiatan bersama sepeti study room, discussion room, meeting room, dll. Jadi, jangan khawatir kalau kamu tinggal di asrama ya, Di China juga banyak sekuriti dan cctv. Aman dan nyaman deh pokoknya.
- Kantin yang besar dan tidak pernah sepi
Salah satu hal yang membuat saya kagum dengan kampus-kampus di China adalah akses kantin yang begitu besar, mudah, dan nyaman. Makanan yang tersedia sangat beragam dengan harga yang relatif terjangkau. Lokasi kantin-kantin ini juga selalu dekat dengan dorm mahasiswa. Tentu kantin di kampus sudah sangat sesuai untuk melayani ribuan mahasiswa setiap harinya. Beragam makanan bisa dijumpai seperti makanan pokok masyarakat China, fast food, mini supermarket, minuman, eks krim, makanan tradisional, dll. Tempat makan yang tersedia sangat banyak dan juga nyaman. Oh iya, waktu makan siang di China adalah pukul 12.00 siang, sedangkana makan malam adalah pukul 17.00 sore. Jika sudah masuk dua waktu ini, kantin adalah tempat yang paling ramai. Pembayaran juga sangat mudah lo, cukup isi saldo school ID card kamu lewat aplikasi sekolah di HP, kemudian kamu tinggal tap di kasir. Mudah dan cepat sekali bukan? Oh iya, satu lagi yang tidak kalah menarik nih, terutama bagi mahasiswa Muslim. Mencari makanan halal memang sulit di China. Alhamdulillah, karna semakin banyaknya mahasiswa Muslim internasional yang kuliah di China, banyak kampus-kampus yang menyediakan kantin Halal. Kantin halal ini biasanya berasal dari China bagian barat yang terkenal dengan populasi Muslim asli China, seperti Xinjiang, Lanzhou, Gansu, dll. Syukur alhamdulillah, ternyata kampus memperhatikan setiap detail kebutuhan mahasiswa.

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis
- Perpustakaan = tempat belajar favorit
Siapa yang hobi belajar di perpustakaan? Nah, di China, perpustakaan kampus selalu menjadi tempat favorit mahasiwa untuk belajar loh, dibandingkan dengan belajar di dorm. Tak kalah dengan kantin yang tidak pernah sepi, perpustakaan juga selalu ramai dengan mahasiswa, bahkan banyak yang belajar hingga jam 10 malam. Kagum banget sama tingginya semangat belajar orang-orang Chinese. Mereka bersaing satu sama lain untuk meraih yang terbaik. Salah satu teman pernah berkata, meskipun secara akademik ada mahasiswa Chinese yang kurang pintar, tetapi mereka tetap memiliki semangat kerja keras yang luar biasa. Tidak heran China berkembang sangat pesat. Kualitas sumber daya manusia yang unggul, dibarengi dengan infrastruktur yang memadai memang menjadi keunggulan negeri China. Balik lagi ke perpustakaan, kampus-kampus di China memiliki banyak sekali study room yang nyaman untuk belajar. Kamu tinggal booking melalui website sekolah yang ada di HP, lanjut deh bisa belajar dengan nyaman di perpustakaan dari jam 8.00 sampai jam 22.00 CST. Sistem di perpustakaan juga sudah canggih ya sobat, kamu bisa masuk dengan scan wajah, secara otomatis kamu juga sudah check in hasil booking tempat belajar kamu. Keren ya, semua sudah menggunakan sistem online yang canggih dan terpusat, sehingga tidak memerlukan waktu lama. Jika musim ujian tiba, perpustakaan akan semakin ramai dengan mahasiswa yang belajar. Bahkan di beberapa kampus yang besar, mahasiswa ini rela antri untuk masuk ke perpustakaan, saking banyaknya peminat. Wah, semangat seperti ini perlu kita contoh ya sobat Nihao Nanjing.

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis

Sumber: doc pribadi penulis
- Study room khusus untuk mahasiswa S2 dan S3
Satu lagi yang membuatku nyaman belajar di kampus sebagai mahasiswa postgraduate di China adalah, kita disediakan study room khusus mahasiswa master dan PhD. Wah, ini adalah sesuatu yang menurutku sangat baru dan sangat jarang ditemuii di kampus-kampus Indonesia. Khususnya di kampusku, School of Public Health, Nanjing Medical University, satu study room adalah tanggung jawab satu supervisor dan mahasiswanya, sesuai dengan minat dan departemen. Diawal menjadi mahasiswa S2 disini, aku begitu kaget karna perbedaan budaya belajar antara China dan Indonesia. Disini, mahasiswa Master dan PhD, rata-rata (juga supervisorku) mewajibkan mahasiswanya untuk datang ke kampus setiap hari, minimal dari pagi sampai sore menjelang magrib. Ada juga yang mewajibkan mahasiswanya untuk absen di sekolah loh. Meskipun kamu tidak ada kelas, wajib hukumnya datang ke kampus. Meskipun demikian, mahasiswa Chinese suka di kampus malam hari, terutama mereka dengan kerja lab. Wah, sungguh kerja keras yang luar biasa. Dengan lingkungan yang seperti ini, kamu akan terpacu untuk belajar dan mengerjakan project. Tentu, hal yang paling penting adalah kita dituntut untuk memanfaatkan waktu belajar dan mengerjakan tugas dengan baik di sekolah. Bukan berarti kita tidak ada waktu istirahat ya teman-teman, semua tergantung dengan managemen waktu masing-masing.

School of Public Health NMU

School of Public Health NMU
Kembali ke study room, fasilitas di tempat belajarku cukup lengkap. Dalam satu ruangan tersedia tempat belajar dengan lemari buku, stop kontak, dan kabel wifi. Tersedia juga tempat cuci tangan, tempat sampah, kulkas, microwave, ATK, printer, dll. Semua bisa kita gunakan secara gratis, difasilitasi oleh sekolah. Wah, bikin betah belajar di kampus ya.



Pingback: Intip budaya belajar di kampus China (Part 2) – 你好南京 Nihao Nanjing