Majikan-majikan kampus NMU

Majikan-majikan kampus NMU

Aloha sobat Nihao Nanjing. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat di bulan Ramadan ini. Kali ini aku mau mengabadikan kucing-kucing di kampusku yang lucu dan gemuk. Bagiku, mereka adalah bagian dari kebahagiaanku selama di China. Yuk kenalan dengan mereka!

Sebagai majikan (kucing) lovers, kurang lengkap rasanya jika tidak mengabadikan momen-momen kucing lucu dan menggemaskan yang ada di China. Bagi cat lovers, kucing adalah majikan yang harus dipenuhi segala kebutuhan hidupnya, sedangkan pemilik adalah babu, si pelayan 😂. Berbeda dengan anjing yang bisa memposisikan pemilik sebagai majikan mereka 😁. Yang punya kucing pasti relate banget deh dengan ini.

Khusus post kali ini, aku akan memperkenalkan majikan-majikan yang sangat dicintai masyarakat kampus NMU. Majikan gemuk, lucu, dan menggemaskan. Aku memiliki banyak sekali foto-foto mereka karna tiap kali berjumpa, alam bawah sadar langsung memerintahkan tangan untuk menghidupkan kamera hp secara otomatis ☺️. Seperti tak ingin melewatkan polah lucu majikan, memang wajib hukumnya untuk diambil gambar atau vidio mereka.

Terinspirasi dari website sekolah yang memperkenalkan hewan-hewan peliharaan atau hewan liar yang ada di kampus seperti kucing, burung, angsa, dan bebek (https://mp.weixin.qq.com/s/SdI4uW4KLBaF1e8Yryvk3g), disini, aku akan lebih spesifik membahas karakter dan sifat kucing sekolah dari perspektifku sebagai babu dan orang yang selalu memiliki kucing di rumah. Menurutkku, setiap hewan peliharaan dan pemilik pasti memiliki hubungan (bonding) tersendiri. Hewan akan mencintai manusia yang memperlakukan mereka dengan baik dan penuh kasih sayang. Seperti di NMU sobat, aku sangat menghargai cara kampus memperlakukan mereka (Note: kampus NMU tidak memiliki jurusan kedokteran hewan). Pastilah memelihara kucing bukan bagian dari kegiatan akademik, tetapi, entah dari mana datangnya, atau dari mana asal usul awal kucing ini masuk, sekolah harus mengambil sikap untuk mencegah overpopulasi. Tentu, jika di kampus terlalu banyak kucing, akan mengganggu kenyamanan hidup masyarakat kampus, sebab tidak semua orang suka dengan hewan ini. Bisa jadi ada yang memiliki alergi terhadap bulu kucing, takut, atau sekadar tidak suka.

Kucing kampus NMU dan rumah kecil mereka

Fatqiatul Wulandari, Nanjing 2024

Akan tetapi, bagi masyarakat NMU yang menyukai kucing, kehadiran mereka memberikan kebahagiaan tersendiri. Banyak warga kampus yang baik hati untuk memberikan makan dan rumah-rumah kecil untuk mereka berteduh. Mereka juga sangat suka foto-foto kucing loh. Dan, yang aku sangat kagum lagi, semua kucing di kampus NMU sudah di sterilkan. Kurang tahu pasti siapa yang melakukan ini. Tetapi kampus paham bagaimana cara memperlakukan semua makhluk hidup yang tinggal di sekolah, termasuk kucing. Bahkan bagi kucing pun, keadilan sosial itu terasa. Aku tidak pernah khawatir dengan nasib kucing-kucing ini karna mereka terlihat menikmati kehidupan di NMU.

Kurang lebih sekitar 4 kucing suka tinggal di area ini. Kertas putih yang tertempel di dinding adalah pemberitahuan bahwa kucing, sebagai salah satu staf ahli NMU, sedang disterilkan dan akan kembali dalam beberapa waktu.

Fatqiatul Wulandari, Nanjing 2024

Perkenalkan, ini adalah oyen. Kucing yang tinggal di asrama internasional kampus NMU. Dia memiliki sahabat kucing mujaer. Dua kucing ini sangat jinak, manja, dan tidak takut berinteraksi dengan mahasiswa (kecuali bibi penjaga asrama 😂). Mereka juga suka masuk ke dalam dorm, baik lewat tangga maupun lift. Jika mereka lapar dan tidak ada makanan, mereka akan mengunjungi kamar mahasiswa yang suka memberinya makan dan me-ngeong di depan kamar mereka. Mereka juga suka mengikuti mahasiswa masuk ke dalam ruang laundry, meminta untuk dinyalakan kran air agar mereka bisa minum.

Oyen yang selalu menikmati hidupnya
Fatqiatul Wulandari, Nanjing 2024
Sobat Oyen, si Mujaer
Fatqiatul Wulandari, Nanjing 2024

Kucing di bawah adalah kucing yang tinggal di asrama mahasiswa S2 dan S3 Chinese. Mereka juga sangat jinak dan mudah berinteraksi dengan mahasiswa. Sebagai kucing berpendidikan yang juga ikut tinggal di asrama, mereka cenderung bersifat lebih adaptif dan tidak segan untuk mengikuti manusia. Jika siang hari sedang hangat atau panas, mereka suka berjemur santai di rerumputan. Mereka gemuk-gemuk, membuat jiwa ku meronta-ronta, ingin menculik mereka 😘. Oh iya, jenis mereka adalah kucing lokal ya.

Di NMU, selain kucing yang jinak, ada juga kucing yang takut jika didekati manusia. Mereka hanya akan mendekat jika kita membawakan makanan untuknya. Meskipun begitu, mereka biasanya akan makan jika kita sudah pergi menjauh. Biasanya, kucing seperti ini tinggal area luar gedung-gedung sekolah, bukan di asrama, sehingga mereka lebih jarang berinteraksi dengan manusia. Mereka juga suka bersembunyi di bawah tanaman semak.

Oh iya, di China kucing akan menoleh jika kita memanggil “mao”, bukan “pusss” seperti di Indonesia. Aku juga tidak tahu dari mana asal panggilan “puss” untuk kucing Indonesia 😂. Kalau ada yang tahu, bisa share di kolom komentar ya. Mao (猫) adalah sebutan kucing dalam bahasa Mandarin. Pasti di negara lain juga memiliki cara unik tersendiri untuk memanggil kucing. Kucing yang tinggal di kampus NMU kebanyakan suka makan dry food atau wet food. Pernah suatu ketika aku mencoba-coba memberikan telur goreng, roti, atau makanan lain. Ternyata hanya diendus saja 🥲.

Cukup sekian perkenalan kucing NMU kali ini. Post selanjutnya semoga lebih banyak hewan-hewan NMU yang bisa diabadikan. Sampai jumpa. 拜拜
😺😺😺

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *