Aloha sobat Nihao Nanjing. Kembali lagi bersamaku dan cerita dari Negeri Tirai Bambu. Kali ini aku mau sharing ke temen-temen perbedaan sumpit dari China, Korea, dan Jepang. Apa perbedaannya? Yuk cari tahu langsung dibawah.
Apakah dari sobat Nihao Nanjing suka makan menggunakan sumpit? Bagi orang Indonesia, mungkin hal ini bukan kebiasaan. Tetapi di beberapa restauran atau tempat makan sering menyediakan sumpit. Di warung mie ayam contohnya 😁. Siapa disini yang suka mie ayam?
China, Jepang, dan Korea adalah tiga negara utama yang menggunakan sumpit. Di Indonesia, kita sering menjumpai sumpit dari China. Baru tahu ya? Sama 😂. Sumpit (Chopstick), dikenal juga dengan ” chop chop” yang artinya “cepat-cepat/quickly” adalah alat makan tradisional yang berasal dari peradaban China dan representasi dari kultur Asia. Tidak diketahui secara pasti siapa yang menemukan sumpit, tetapi alat ini sudah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. Tetapi, perlu di garis bawahi adalah China menjadi tempat asal dari sumpit. Masing-masing negara memiliki karakteristik sumpit yang unik.
Sumpit China
Sumpit China (kuaizi/筷子) umumya terbuat dari kayu, bambu, keramik, atau plastik, berbentuk silinder atau kotak dengan ujung tumpul. Mereka tergolong paling panjang dan tebal daripada sumpit Jepang dan Korea. Panjang sumpit bervariasi sekitar 18 hingga 28 cm. Hal ini berkaitan dengan budaya makan bersama diantara orang China yang duduk di meja makan bundar (dimana makanan ditempatkan untuk bisa diambil dengan cara memutar meja). Sumpit panjang memudahkan untuk mengambil makanan terdekat dari tempat duduk. Selain itu, desain panjang seperti ini memungkinkan orang China untuk mengontrol penggunaan sumpit guna mengambil makanan yang besar dan berat. Sumpit China yang terbuat dari kayu atau bambu memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan dengan sumpit dari Korea dan Jepang.
Selain itu, dalam budaya makan yang lebih formal di restaurant kelas atas, sumpit China juga dibedakan berdasarkan warna, yaitu putih dan hitam. Sumpit putih biasanya digunakan untuk mengambil makanan dari meja, sedangkan sumpit hitam digunakan sendiri untuk makan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehigienisan makanan. Oleh karena itu, makanan yang masih dihidangkan di meja tetap bersih ketika kita menggunakan sumpit yang berbeda dengan yang digunakan sendiri untuk memasukkan makanan ke mulut kita. Hal ini juga menjadi simbol etika dan sopan santun saat makan bersama.

Sumber: Baidu.com

Sumber: Baidu.com
Sumpit Korea
Sumpit Korea (Jeotgarak) biasanya terbuat dari logam atau stainless stell, berbentuk kotak pipih dengan ujung tumpul. Panjang sumpit korea berkisar 18 hingga 22 cm, tidak lebih panjang dari sumpit China. Bentuk pipih juga membuat tangan kita lebih kokoh dan mudah untuk mengambil makanan.
Salah satu keunikan dari sumpit Korea adalah adanya alur atau punggungan kecil di dekat ujungnya. Alur ini membantu mencegah makanan terlepas dari sumpit saat makan. Selain itu, ujung sumpit Korea yang tumpul membuatnya kurang cocok untuk memotong atau menyodok makanan. Keunikan yang lain adalah dilihat dari bahan logam dan stainless-stell sumpit ini, membuatnya lebih berat untuk digunakan. Alasan mengapa sumpit di Korea terbuat dari stainless stell cukup menarik. Pada periode Baekje (18 SM – 660 M), keluarga kerajaan menggunakan sumpit perak untuk mendeteksi racun dalam makanan mereka. Perak berubah warna ketika bersentuhan dengan bahan kimia beracun, sehingga penggunaan sumpit ini penting untuk mencegah keracunan. Saat itulah orang awam juga mulai menggunakan sumpit logam. Pada masa lalu, sumpit logam jarang digunakan sebab harga yang mahal. Namun saat ini, sumpit ini sangat umum digunakan oleh masyarakat.
Dalam budaya Korea, sumpit memiliki makna simbolis di luar penggunaan praktisnya karna mereka dianggap sebagai perpanjangan tangan seseorang dan sering dilihat sebagai representasi etika sosial dan rasa hormat terhadap orang yang lebih tua. Masyarakat Korea sangat menghargai etika penggunaan sumpit yang benar.

Fatqiatul Wulandari, Nanjing 2025
Awalnya aku belajar menggunakan sumpit dengan memilih sumpit Korea yang kubeli dari market place. Dari bentuknya terlihat mudah untuk digunakan karna pipih. Tetapi tanganku yang belum terbiasa menggunakan sumpit logam terasa sangat berat dan sulit di awal😂. Namun, lama-kelamaan mudah kok dan alhamdulillah sekarang sudah menjadi pengguna sumpit professional😁.
Sumpit Jepang
Sumpit Jepang (Hashi) adalah yang paling unik diantara sumpit China dan Korea. Sumpit Jepang memiliki ujung yang paling runcing diantara rekan sumpit yang lain. Desain meruncing memungkinkan gerakan yang lebih tepat saat mengambil potongan makanan yang lebih kecil. Sumpit Jepang memiliki bentuk silinder atau kotak dan paling pendek dibandingkan sumpit China dan Korea. Biasanya, mereka terbuat dari kayu atau bambu, sehingga ringan penggunaanya. Ujungnya yang runcing juga membantu pemakainya memetik daging ikan dari tulangnya. Tidak seperti masyarakat China yang memiliki budaya makan bersama, orang Jepang biasanya makan dari hidangan mereka sendiri.
Sumpit Jepang sering kali memiliki desain, pola yang rumit, dan estetik. Mereka dapat dibuat dari berbagai jenis kayu seperti cedar, cemara, atau kayu dipernis. Beberapa sumpit Jepang kelas atas bahkan dapat dibuat dari bahan berharga seperti gading atau perak.
Dalam masakan Jepang, sumpit tidak hanya digunakan untuk mengambil makanan tetapi juga untuk memasak dan menyajikan. Berbagai jenis sumpit digunakan untuk tujuan tertentu, seperti sumpit panjang untuk memanggang dan yang lebih pendek untuk disajikan. Etika sumpit Jepang menekankan kebersihan, karena dianggap tidak sopan untuk menyentuh makanan dengan sumpit yang kotor atau bernoda.

Sumber: Baidu,com
References:
- Ikidane. Differences in Chopsticks : China, Korea and Japan. Differences in Chopsticks : China, Korea and Japan
- Manar Aly. The Differences Between Chinese, Japanese, and Korean Chopsticks! And How To Use Them!. Dojeon Challenging Culture. The Differences Between Chinese, Japanese, and Korean Chopsticks! And How To Use Them!







